Luhut Siap Bebaskan Pajak untuk Mobil Listrik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (MI/PIUS ERLANGGA)

Jakarta: Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan siap memberikan insentif bagi industri yang mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Tak tanggung-tanggung insentif yang diberikan bisa berupa pembebasan pajak.

Luhut mengatakan meski dirakit di Indonesia namun tentu ada beberapa komponen yang tidak tersedia di dalam negeri. Berarti komponen tersebut harus diimpor. Komponen impor itu yang nantinya tidak akan dikenakan bea masuk dan lain sebagainya.

“Misalnya pajak nol persen, nanti kita lihat. Kan tidak semua komponen mobil listrikĀ  dari Indonesia. Misalnya cobalt-nya mungkin kita kasih pajak masuk nol biar lebih murah,” kata Luhut, di Kemenko Perekonomian, Kamis malalm, 6 Desember 2018.

Saat ini pemerintah masih menyusun draf peraturan presiden (Perpres) untuk mendorong mobil listrik. Luhut dan jajarannya masih memfinalkan isi draf yang telah disusun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perindustrian.

“Sedang kita sinkronisasi. Minggu depan kita rapat sampaikan pada Presiden. Di-ratasin, nanti diputuskan. Jadi sebelum ke Presiden kita matangkan dulu semua sehingga pengambilan keputusan betul-betul cermat,” tutur dia.

Ia mengatakan dsaah satu yang tengah dimatangkan yakni terkait mana yang perlu dikeluarkan terlebih dahulu. Sebagian menyarankan hybrid car terlebih dahulu baru mobil listrik dan sebagian lagi bilang langsung mobil listrik.

Draf aturan tersebut sebenarnya telah dibahas saat sidang di istana. Namun Kementerian Perindustrian waktu itu keberatan lantaran Kementerian ESDM dalam draf yang mereka rancang menegaskan bila 2040 semua diwajibkan sudah menggunakan mobil listrik.

(ABD)