Alasan Vietnam Lebih Unggul Tarik Investor Dibandingkan RI

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut Indonesia harus bersaing dengan negara lain dalam menarik minat investor. Di Asia Tenggara saja, Indonesia harus bisa bersaing dengan Malaysia, Thailand, hingga Vietnam untuk mengajak investor menanamkan modalnya.

Dalam peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) yang dirilis Bank Dunia, Indonesia hanya berada di posisi 73 dari 190 negara. Indonesia ada di bawah Vietnam yang berada di peringkat 69, Malaysia di posisi ke-15, dan Thailand yang menempati posisi 27.

“Lihat EODB, Indonesia, India, Vietnam, Malaysia, Thalaind, itu bagaimana? Tidak haya EODB, tetapi kita dengan India dan Vietnam berimbang,” kata dia di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 30 November 2018.

Dirinya menambahkan, salah satu yang membedakan Indonesia dengan Vietnam adalah harga tanah yang lebih murah. Untuk itu, pemerintah berupaya menyediakan lahan yang lebih mudah bagi investor melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sejumlah daerah.

“Kita sedang merumuskan lagi regulasi KEK itu. Kita tadinya kalau industri ke luar Jawa, kalau jasa boleh di Jawa. Kita itu sudah mengubah itu sejak beberapa bulan lalu. Industri boleh di Jawa tetapi yang value added-nya lebih tinggi (di luar Jawa), biar yang hilirisasi jalan,” jelas dia.

Pemerintah juga terus melakukan reformasi demi menarik minat investor. Salah satunya adalah dengan menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI, yang bertujuan agar investor bisa lebih mudah menanamkan modalnya di Indonesia dengan berbagai insentif yang diberikan.

Paket kebijakan berisi mengenai perluasan penerima fasilitas libur pajak (tax holiday), dan pengaturan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA). Semua insentif juga dimaksudkan untuk mengurangi defisit neraca berjalan (CAD).

(AHL)