Pemerintah Targetkan USD4 Miliar dalam Blended Finance

Jakarta: Pemerintah menargetkan nilai investasi sebesar USD4 miliar untuk 31 proyek berkelanjutan (SDGs), kemiskinan, dan lingkungan dalam skema blended finance. Proyek-proyek tersebut khusus dijajakan hingga 2019.

“Sampai dengan USD4 miliar siap ditawarkan kepada investor hingga kurun 2019,” kata Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini, saat ditemui di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018.

Emma menuturkan skema blended finance dapat dimaksimalkan untuk mendapatkan investasi komersial di sektor-sektor infrastruktur hijau, penggunaan lahan berkelanjutan, dan penanganan polusi plastik di laut. Pasalnya dalam skema tersebut, pemerintah bisa menawarkan satu paket pendanaan yang terintegrasi dalam bentuk donor, filantropis, dan investasi.

Blended finance lagi trending di pasar keuangan global, ini menggabungkan private finance dan public finance, banyak tools yang bisa di-deploy,” ungkap dia.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan sejumlah proyek utama yang dijajakan pemerintah nantinya antara lain renewable energy, water supply dan pembangkit listrik. Meski demikian, pemerintah tidak mematok batasan minimal investasi di setiap proyek yang masuk dalam skema blended finance tersebut.

Misalnya, program stunting mendapatkan suntikan dana sebesar USD10 juta. Sementara PT Bank HSBC Indonesia berminat menanamkan modalnya hingga USD1,2 miliar di salah satu proyek  “Tidak juga, saya lihat terus terang belajar juga yang seperti saya kaget stunting juga dapat USD10 juta jadi mudah gitu loh,” imbuh Luhut.

Luhut pun mengajak seluruh pengusaha, lembaga pengembangan, investor, dan filantropi Tanah Air untuk terlibat dalam proyek SDGs ini. “Siapa saja kita ajak tidak harus dari luar, atas langit, semua kita ajak. Mereka senang juga karena banyak orang kaya sekarang ingin melihat proyek berkelanjutan SDG, kemiskinan, equility, dan lingkungan,” tegas dia.

Adapun proyek-proyek tersebut bakal ditawarkan dalam forum Tri Hita Kirana dengan memanfaatkan ajang pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang membawa ratusan stakeholder dalam dan luar negeri.

Forum THK kali ini hadir dengan tema ‘Blended Finance and Innovation for Better Business Better World’ guna menyoroti peran bisnis, keuangan, dan inovasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

(ABD)