Perlu Koordinasi Kuat Hadapi Gejolak Global

Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan perlunya koordinasi dan konsolidasi yang kuat antara otoritas fiskal, moneter, dan dunia usaha dalam menghadapi kondisi perekonomian global yang tidak menentu.

“Dengan situasi global tak menentu, ada perang dagang AS-Tiongkok, kenaikan suku bunga, Turki, menurut saya perlu konsolidasi dan koordinasi kuat antara moneter, fiskal, dan dunia usaha,” ujar Presiden Jokowi dalam acara ulang tahun ke-50 Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Jokowi, dengan koordinasi dan konsolidasi yang kuat, akan mudah membangun kepercayaan publik dan pasar. “Karena ini sama kayak membangun perusahaan, trust brand sangat penting. Negara memerlukan itu. Bangun trust, market confident agar internasional, pasar dalam negeri, percaya kita serius menghadapi dan menyelesaikan masalah negara ini,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Di hadapan anggota Kadin, Presiden mengingatkan Indonesia merupakan negara besar dengan 263 juta penduduk, 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota, dan 34 provinsi.

Karena itu, kata Kepala Negara, membangun Indonesia tidak bisa hanya memperhitungkan sisi ekonomi dan politik. Jika hanya memperhitungkan sisi ekonomi atau politik, akan menguntungkan jika hanya membangun Pulau Jawa yang penduduknya 60 persen dari penduduk Indonesia.

Presiden menyebutkan saat ini ketimpangan infrastruktur antara barat, tengah, dan timur masih besar. “Pemerintah berupaya mengejar ketertinggalan tersebut.”

Ia mencontohkan tiga tahun lalu Indonesia hanya memiliki 231 waduk dan bendungan, tertinggal daripada AS yang memiliki 6.000 bendungan dan Tiongkok dengan 110 ribu bendungan. “Ini fakta yang harus disampaikan dan harus kita kejar,” tutup Jokowi.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menambahkan di usia ke-50 tahun, Kadin akan lebih terbuka melayani semua pelaku usaha. “Kadin telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional, terutama dalam mewujudkan pemerataan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat, serta mampu memperkukuh persatuan, untuk meningkatkan ketahanan nasional dalam percaturan ekonomi regional dan internasional.” (Media Indonesia)

(AHL)