Utang Pemerintah Rp4.363,19 Triliun, 30,3% dari PDB

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut utang pemerintah sampai Agustus sebesar Rp4.363,19 triliun. Rasio utang masih dalam posisi aman karena di bawah batas 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

“Posisi utang per akhir Agustus Rp4.363,19 triliun atau 30,3 persen dari PDB,” kata Dirjen Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 21 September 2018.

Utang pemerintah terdiri dari surat berharga negara (SBN) yang tercatat Rp3.541,89 triliun atau mencapai 81,18 persen dari total utang. Sementara untuk pinjaman tercatat sebesar Rp821,30 triliun atau hanya 18,82 persen dari total outstanding.

Pinjaman luar negeri tercatat sebesar Rp815,05 triliun, terdiri dari bilateral Rp329,89 triliun, multilateral Rp438,99 triliun, komersial Rp44,68 triliun, dan suppliers Rp1,49 triliun. Sedangkan pinjaman dalam negeri hanya Rp6,25 triliun.

Sementara itu, utang SBN terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) baik dalam bentuk denominasi rupiah sebesar Rp2.499,44 triliun dan denominasi valas sebesar Rp1.042,46 triliun.

“Strategi front loading yang diterapkan pemerintah serta pertumbuhan SBN berdenominasi rupiah memperlihatkan bahwa kepercayaan investor akan ekonomi Indonesia masih cukup tinggi. Hal itu membuktikan pemerintah bisa mengelola pembiayaan secara terukur,” pungkasnya.

(AHL)